MAWAR POT UNTUK KONSUMEN JAKARTA

Di pinggir jalan Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia, banyak kita jumpai penjual tanaman hias. Salah satu mata dagangan mereka adalah mawar. Bunga warna-warni ini berada dalam wadah pot, polybag atau plastik bening dengan media sekam dan tanah. Kadang-kadang mawar dan tanaman hias lain ini dijajakan dengan pikulan, sepeda, atau gerobak masuk ke gang-gang sempit. Karena tanamannya dalam kondisi sangat segar, dengan bunga yang menarik, maka konsumen, terutama ibu-ibu rumah tangga pasti membelinya. Pot mawar ini akan dipajang di tempat yang strategis sampai bunganya rontok. Setelah bunganya rontok, ibu-ibu itu akan menyiram dan memupuk mawar mereka dengan rajin. Namun bunganya tidak akan kunjung keluar. Sebab mawar-mawar yang dijajakan di Jakarta tersebut, sebenarnya baru saja datang dari kawasan Puncak dan tidak mungkin cocok dengan hawa panas Jakarta.

Di negara-negara maju, mawar diproduksi untuk bunga potong (cut flower), tanaman pot (pot plant) dan untuk parfum (fragrant). Selain ada yang dimanfaatkan sebagai elemen taman (mawar semak/pohon), dan sebagai pagar (mawar panjat). Jenis mawar untuk cut flower bertangkai panjang dan kekar, bunganya selalu tunggal dan kuncupnya meruncing. Sementara yang untuk pot plant bertangkai banyak, dengan bunga yang bermekaran, bukan masih mengncup. Mawar untuk parfum biasanya bermahkota ganda yang mekar serentak. Mawar untuk cut flower, hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi. Tetapi mawar untuk potplant banyak yang bisa tumbuh baik dan berbunga banyak serta indah di dataran rendah. Dinas Pertamanan DKI, banyak memesan mawar potplant dataran rendah ini, untuk menghias taman di jalan serta tempat-tempat umum. Ada beberapa varietas mawar yang sudah sangat beradaptasi dengan udara panas di kota Jakarta.

Mawar sebagai tanaman hias penghasil bunga, sudah dikenal sejak jaman Mesir dan Yunani kuno. Spesies liar mawar tersebar merata mulai dari Eropa, Afrika, Asia dan Amerika. Di seluruh dunia tercarat ada sekitar 125 spesies mawar (Rosa Sp.). Terbanyak, 95 spesies berasal dari Asia, 18 spesies dari Amerika dan yang 12 dari Afrika serta Eropa. Mawar yang ada di Indonesia, didatangkan oleh Bangsa Belanda. Karena berasal dari kawasan Sub Tropis, di Indonesia mawar hanya bisa ditanam di dataran tinggi (< 700 m. dpl). Namun lama kelamaan mawar introduksi ini bisa beradaptasi dengan lahan di dataran menengah bahkan juga dataran rendah dekat pantai. Umumnya yang bisa beradaptasi di dataran rendah bukan jenis cut flower, tetapi sulit untuk melacak jenis kelompoknya, lebih-lebih spesiesnya.

Sebab dari 125 spesies mawar yang ada, telah tercipta varietas, hibrida bahkan juga spesies baru yang jumlahnya mencapai ribuan. Untuk mempermudah identifikasi, para ahli mawar mengelompokkan tanaman hias ini menjadi sembilan: 1 Old Rose (mawar kuno); 2 Tea Rose (mawar teh); 3 Hybrid Tea Rose (mawar teh hibrida); 4 Climbing Rose (mawar panjat, mawar liana, mawar pagar); 5 Grandiflora Rose; 6 Floribunda Rose; 7 Polyantha Rose; 8 Perpetual Hybrid Rose; dan Special-Purpose Rose (mawar dengan kegunaan khusus). Mawar tua masih dibagi lagi menjadi 9 kelompok: 1 mawar perancis; 2 mawar cina; 3 mawar alba; 4 mawar damaskus; 5 mawar moss; 6 mawar kubis; 7 mawar musk hibrida; 8 mawar bourbon; dan 9 mawar sweetbrier.

Mawar special-purpose masih dibagi menjadi tiga yakni: 1 mawar pohon (Tree Rose); 2 mawar semak (Shrub Rose); dan 3 mawar mini (Miniature Rose). Dari warna bunganya, mawar dibedakan menjadi warna putih, magenta, merah darah, merah tua, merah jambu, pink dan kuning dengan berbagai variasinya. Tahun 1980an, di Inggris ada pemulia yang mampu menciptakan mawar hitam. Sementara di tahun 1990an di Jepang ada yang bisa menciptakan mawar biru. Dari tingkat keharumannya, ada jenis mawar yang sangat harum, beraroma cengkih, teh (hingga disebut mawar teh), beraroma sedang dan ada pula yang sama sekali tidak beraroma. Diameter kuntum bunganya bervariasi mulai yang paling kecil 2,5 cm. sampai 15 cm. Tipe bunganya ada yang tunggal, semi ganda dan ganda. Ada jenis yang batang serta tangkai daunnya berduri banyak dan tajam, ada pula yang hampir tak berduri.

Mawar bisa diperbanyak secara generatif dengan biji. Untuk penyilangan dan pemuliaan mawar, perbanyakan selalu dilakukan dengan biji. Namun perbanyakan mawar yang paling lazim dilakukan dengan stek dan cangkok. Untuk memperoleh benih dengan kualitas baik, perbanyakan dengan sistem cangkok lebih dianjurkan daripada stek. Namun para penangkar yang memperbanyak benih secara massal, akan meilih benih stek karena lebih murah. Yang dijadikan benih stek umumnya batang yang telah tua, namun belum berukuran terlalu besar. Diameter batang antara 1 sd. 1,5 cm. dengan warna kulit cokelat kehijauan. Potongan bahan stek antara 15 sd. 20 cm. Bagian pangkal stek diolesi hormon penumbuh akar (Bioroota atau Rootone). Stek biasanya langsung ditanam di kantung plastik bening ukuran 0,25 kg. yang sudah diisi media.

Media yang mereka gunakan, campuran antara sekam bekas litter ayam broiler dengan tanah setempat yang merupakan tanah vulkanis. Sekam bekas litter ayam broiler merupakan pupuk kandang (unggas) karena telah bercampur kotoran. Para penangkar benih mawar di kawasan Cibodas, Cianjur (Puncak), malahan tidak pernah mengoleskan hormon penumbuh akar. Sebab bahan tersebut terlalu mahal dan udara dingin serta lembap di kawasan Puncak akan segera menumbuhkan akar dan tunas mawar. Materi benih untuk perbanyakan mawar di kawasan Puncak yang dilakukan secara massal, diperoleh dari kebun dan ladang di sekitar lokasi penangkaran. Untuk itu ada pedagang pengumpul yang bertugas mencari bahan stek tersebut.

Setelah stek menumbuhkan ranting dan daun, para penangkar akan menyemprotkan pupuk NPK dengan hormon pertumbuhan. Dalam waktu dekat benih mawar itu akan menumbuhkan kuncup bunga. Ketika bunga menjelang mekar, benih mawar itu sudah bisa dipasarkan. Ada penangkar yang terlebih dahulu mengganti plastik bening dan medianya dengan polybag atau malahan pot. Ada pula yang tetap membiarkan mawar itu berada dalam plastik dengan media aslinya. Masing-masing memiliki target pasar yang berlainan. Karena materi bahan stek sangat beragam, hasil bunga yang keluar juga sangat beragam. Baik ragam warna maupun jenisnya. Hingga tidak mengherankan kalau para pedagang bunga di Jakarta, terutama yang menggunakan pikulan, sepeda atau gerobag dorong, selalu membawa mawar aneka warna dan jenis.

Mawar yang tahan hidup dan mampu berbunga di dataran rendah, umumnya turunan floribunda dan grandiflora warna merah (magenta) dan putih. Apabila dirawat dengan baik, yakni mendapat sinar matahari, air dan unsur hara cukup, maka jenis mawar "lokal" ini akan bisa rajin berbunga. Mawar lokal ini ada yang cukup harum tetapi ada pula yang sama sekali tidak beraroma. Di Jayapura, Papua ada mawar yang berbunga kecil-kecil berwarna merah darah cantik sekali. Mawar tipe ini tidak bisa mekar penih. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai mawar belanda, karena dulunya pasti dibawa oleh bangsa Belanda. Mawar belanda ini bisa tumbuh baik dan produktif berbunga di dataran rendah. termasuk di Jakarta.

Di Eropa, Jepang, Taiwan, Australia, Afsel, AS dan Argentina, produksi potplant mawar, bisa berjalan tanpa mengalami hambatan. Biasanya mereka memproduksi potplant ini pada menjelang akhir musim dingin. Pada musim semi, mereka menjual pot plant ini untuk dipajang di teras rumah, flat dan apertemen. Selama winter, mereka bisa menikmati mawar yang bermekaran. Di kawasan tropis seperti Indonesia, khususnya di Jawa, hal ini sulit dilakukan. Sebab potplant mawar produksi Cibodas Bandungan atau Batu, setelah dibawa ke Jakarta, Semarang dan Surabaya, bunganya akan segera rontok dan tanamannya mati. Sebab mawar yang diproduksi sebagai potplant itu umumnya jenis yang hanya bisa tumbuh dan berbunga dengan baik di dataran tinggi.

Karena kendala ini, Dinas Pertamanan DKI telah mengembangkan pot-pot mawar dataran rendah yang tahan panas. Para penangkar di Rawa Belong juga sudah melakukan hal ini. Bahkan beberapa di antara mereka menanam jenis mawar ini di lahan pertanian untuk diambil bunganya sebagai mawar tabur sewaktu ziarah ke makam. Meskipun pasar mawar tabur di DKI, tidak sebaik di Jawa Tengah dan DIY. Di Jateng dan DIY, menjelang puasa dan lebaran, pasar mawar tabur cukup besar. Hingga para petani sengaja memangkas tanaman mawar mereka tiga bulan menjelang puasa dan lebaran. Setelah dipangkas, tanaman segera diairi dan diberi pupuk NPK. Dengan cara ini, mereka akan bisa penen mawar pada saat menjelang puasa dan lebaran.

Potplant yang sudah berkembang di DKI selama ini justru anggrek dan krisan. Terutama ibu-ibu rumahtangga pembeli krisan pot, sadar bahwa mereka hanya membeli bunga. Bukan benih tanaman bunga. Hingga setelah bunga itu layu, tanaman segera dibuang. Pot dan medianya bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain yang tahan di udara panas. Ibu-ibu pembeli mawar dalam pot dan polybag, selama ini telah menganggap yang mereka beli benih tanaman. Hingga mereka berharap tanaman itu bisa tumbuh subur dan besar dengan bunganya yang banyak bermekaran seperti di Puncak sana. Harapan itu tidak akan pernah terlaksana. Sebab sebenarnya yang mereka beli hanyalah potplant yang setelah bunganya rontok harus dibuang. (R)
http://foragri.blogsome.com/mawar-pot-untuk-konsumen-jakarta/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s